Ad 728x90

Sabtu, 28 April 2018

Cara Cepat Menaikan Berat Badan Tanpa Obat

Cara Cepat Menaikan Berat Badan Tanpa Obat



Jika untuk mendapatkan berat badan ideal biasanya ada cara diet cepat, tentu saja ada juga cara menggemukan badan dalam 1 minggu. Mendapatkan bentuk tubuh yang proporsional adalah keinginan semua orang, bagi yang kelebihan berat badan biasanya akan melakukan diet, begitu pula sebaliknya. Menaikkan berat badan bukanlah sesuatu yang sulit jika Anda mengetahui hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapainya dan juga apa saja yang menyebabkan berat badan Anda sulit naik, yang mungkin bisa dicarikan solusinya.

Di zaman sekarang ini orang biasanya ingin yang serba cepat dan singkat untuk mendapatkan sesuatu, termasuk untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Jika Anda ingin menggemukan badan secara singkat dalam waktu 1 minggu, sebaiknya melakukannya secara alami tanpa menggunakan obat penggemuk badan.

Cara alami umumnya tidak beresiko efek samping, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Di bawah ini kami akan membahas berbagai cara untuk menggemukan badan dalam 1 minggu yang bisa dilakukan dan berbagai penyebab mengapa berat badan sulit naik.

Setiap orang pasti ingin memiliki berat badan yang ideal, salah satunya karena faktor kesehatan dan faktor penampilan. Baik pria ataupun wanita yang berat badannya dibawah ideal, terlalu kurus, tidak ada salahnya untuk mencoba menggemukan badan. Berikut ini kami berikan beberapa pilihan cara yang dapat dilakukan untuk menaikkan berat badan dalam waktu relatif singkat.

1. Perbanyak Makan

Tentu saja cara pertama adalah memperbanyak makan, namun perlu diperhatikan untuk tidak sembarangan makan. Makanan yang boleh dikonsumsi adalah makanan sehat, junk food sangat tidak dianjurkan.

Anda menginginkan berat badan naik, bukan menambah lemak jahat dan kolesterol dalam tubuh. Perbanyak konsumsi karbohidrat dan protein, serta makanan yang mengandung kalori tinggi, tapi tentu saja yang sehat, seperti kacang, selai kacang, susu, keju, telur, buah alpukat, pisang, mangga, buah-buahan kering, daging, dan lain sebagainya. Jika Anda tipe orang yang malas makan, maka perlu menambah nafsu makan Anda terlebih dahulu supaya bisa makan lebih lahap dan teratur tanpa terasa terbebani.

2. Minum Air Putih

Air adalah komponen utama dalam tubuh kita, rata-rata mencapai 65% berat tubuh pada orang dewasa. Diperlukan banyak air bagi tubuh untuk dapat berfungsi secara optimal, oleh karenanya kurang minum air putih tentu akan merugikan kesehatan.

Metabolisme tubuh yang lancar akan menyebabkan berat badan bergerak ke arah berat ideal, termasuk akan menaikkan berat badan jika berada di bawah berat ideal. Cobalah untuk memperbanyak minum air putih, minimal 8 gelas sehari secara rutin. Selain akan meningkatkan berat badan tubuh karena lancarnya metabolisme, juga akan meningkatkan massa tubuh secara langsung (air akan didistribusikan ke seluruh tubuh, jaringan otot yang sehat mengandung air hingga 75%).

3. Mengatur Waktu Tidur

Selanjutnya adalah dengan mengatur waktu tidur Anda setiap harinya. Terlalu sering begadang atau tidur terlalu larut malam ternyata juga bisa menghambat penambahan berat badan. Jika bukan melakukan hal yang benar-benar penting, hindari tidur terlalu larut malam, atau bisa juga lakukan kegiatan tersebut kesokan harinya. Cobalah untuk mengatur jadwal keseharian secara lebih baik sehingga ada waktu untuk tidur lebih awal.

4. Makan Teratur

Anda dianjurkan untuk memperbanyak porsi makan untuk menaikkan berat badan secara cepat, tapi tidak boleh melakukannya secara asal-asalan, harus dilakukan secara teratur, tidak dalam satu kali dua kali makan. Makan pagi, siang, sore, dan malam tidak boleh terlewatkan. Anda dapat makan hingga 4 kali dalam sehari karena ini memang program untuk menaikkan berat badan, meskipun dalam keadaan normal memang kurang dianjurkan.

Rabu, 25 April 2018

Ramuan Yang Mudah Dibuat Namun Ampuh Untuk Atasi Sakit Gigi

Ramuan Yang Mudah Dibuat Namun Ampuh Untuk Atasi Sakit Gigi


Sakit gigi adalah pengalaman menyakitkan yang pernah dialami seseorang setidaknya sekali seumur hidupnya. Dan bagi anda yang sering kali mengalami sakit atau nyeri gigi, pasti itu adalah sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan bukan?

Kali ini saya akan berbagi info mengenai cara meredakan keluhan sakit gigi dengan menggunakan bahan-bahan sederhana dan mudah ditemukan di sekitar kita.

Untuk mengurangi dan meredakan rasa sakit pada gigi yang bermasalah, beberapa ramuan sederhana ini akan menolong Anda. Paling tidak ini akan menghemat pengeluaran Anda karena harus pergi ke dokter gigi. Namun bagi ibu hamil, menyusui dan mereka yang memiliki kondisi medis yang tak bisa mengkonsumsi herbal, sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter gigi sebelum menggunakan ramuan ini.

1. Air Garam

Air garam adalah disinfektan alami, dan juga obat yang mudah dan efisien untuk menyembuhkan sakit gigi. Yang dibutuhkan hanya campurkan 1/2 sendek teh garam dapur kedalam segelas air hangat dan gunakan sebagai obat kumur. Air garam juga dapat mencegah pembengkakan dan membersihkan area disekitar gigi yang sakit.

2. Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida adalah bahan kimia pereda nyeri. Ia tak hanya dapat mengurangi plak gigi tapi juga dapat menyembuhkan gusi berdarah. Anda bisa menggunakannya sebagai obat kumur sama seperti air garam. Caranya, campurkan 3% hidrogen peroksida dengan air. Ingat, jangan ditelan.

3. Cengkeh dan Minyak Cengkeh

Selama berabad-abad, cengkeh telah menjadi obat alami penyembuh sakit gigi. Kandungan eugenol yang ada didalamnya merupakan antiseptik alami. Dalam keadaan darurat, gunakan sedikit bubuk cengkeh pada lubang gii atau kunyah cengkeh untuk mengeluarkan minyaknya. Anda juga bisa menggunakan setetes minyak cengkeh di gigi yang sakit hingga nyeri gigi mereda.

4. Kompres Dingin

Kompres menggunakan es batu efektif untuk mengurangi rasa sakit yang Anda alami. Gunakan wadah es batu atau masukkan es batu kedalam wadah plastik dan bungkus dengan kain tipis. Tempelkan komprs pada gigi yang sakit selama 15 menit hingga saraf disekitar gigi mati rasa. Tindakan ini juga akan mengurangi pembengkakan gusi.

5. Bawang Putih

Bawang putih dikenal sebagai bahan pengobatan yang ampuh. Ia mampu mebunuh bakteri jahat dan bekerja sebagai pereda nyeri. Cara penggunaan paling baik adalah dengan membuatnya menjadi pasta dan ditempelkan diarea gigi yang sakit. Anda juga bisa mengunyaknya secara perlahan. Lakukan hal ini selama beebrapa hari hingga gigi sembuh.

6. Bawang Merah

Bawang merah mengandung senyawa pitokimia yang mampu membunuh kuman penyebab infeksi dan mampu meredakan nyeri.

Cara pakainya, iris tipis bawang merah dan kunyah. Air bawang merah akan masuk kedalam gigi yang sakit. Jika gigi Anda terlalu sakit untuk mengunyah, Anda bisa menggunkan jari untuk menempelkan irisan bawang merah ditempat gigi yang sakit, tahan untuk beberapa waktu.

7. Daun Jambu Biji

Daun jambu adalah bahan anti inflamasi dan anti mikrobia alami. Tak hanya meredakan sakit gigi, daun jambu juga mampu meredakan sariawan dan gusi bengkak.

Cukup kunyah satu atau dua lembar daun jambu biji hingga air sari daun jampbu bekerja pada gigi yang sakit. Atau, Anda bisa merebus daun jambu biji kedalam air mendidih, biarkan air rebusan mendingin hingga suam-suam kuku, lalu tambahkan sedikit garam. Gunakan ramuan ini sebagai obat kumur.

Itulah beberapa ramuan yang dapat membantu mengurangi rasa sakit pada gigi anda. Namun apabila keluhan masih tetap berlanjut, ada baiknya anda segera mengunjungi dokter gigi keluarga untuk segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Destinasi Wisata Alam Jawa Timur Yang Menantang Nyali Para Petualang

Destinasi Wisata Alam Jawa Timur Yang Menantang Nyali Para Petualang

Jawa Timur pastinya sudah bukan menjadi tempat baru bagi para wisatawan atau para traveling mania, nama tempat-tempat wisata seperti Bromo, Sendang Biru, Pasir Putih, Coban Rondo, Goa Maharani sudah sangat terkenal dan bahkan menjadi ikon wisata utama propinsi tersebut.

Namun tahukah anda bahwa sebenarnya Jawa Timur masih menyimpan banyak sekali tempat wisata alam yang masih sangat asri dan alami, dan bahkan bisa terbilang menantang untuk mencapai spot wisata perawan tersebut. Mau tau mana saja? Ikuti terus artikel ini ya.

1. Teluk Biru ( Blue Bay ) - Banyuwangi


Pernah dengar Green Bay di Banyuwangi? Nah, Teluk Biru atau Blue Bay ini adalah versi yang lebih tidak populer. Jangankan wisatawan, bahkan warga Banyuwangi sendiri jarang mengetahui tempat indah ini. Hal ini nampaknya berkaitan, lagi-lagi, dengan akses menuju tempat wisata yang sulit dijangkau. Untuk mencapai Teluk Biru, Anda perlu trekking selama 1 jam dari pantai Rajegwesi, atau naik perahu selama 15 menit melawan ombak besar.

Namun tentunya rasa capek akibat perjalanan menuju tempat ini akan terbayarkan dengan pemandangan luar biasa indah dari atas dan dari dalam laut. Blue Bay sendiri memiliki nama lain Selanggrong atau Senggrong yang lebih familiar di telinga warga sekitar.

2. Taman Nasional Meru Betiri - Banyuwangi



Kawasan taman nasional ini merupakan habitat asli dari beragam hewan asli Indonesia. Di taman yang terletak di perbatasan antara kabupaten Jember dan Banyuwangi ini, Anda bisa menemui berbagai satwa liar yang eksotis, seperti kumbang hitam, kera ekor panjang, ajag, penyu, dan lekang. Satwa langka lain seperti banteng dan rusa itu juga berhabitat di hutan tropis dataran rendah dan berbagi dengan landak, tenggiling, dan kucing hutan. Ada pula beragam tanaman langka, seperti bunga Raflesia Zollingeriona, Balanphora Fungosa, bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.

Kawasan yang memiliki luas lebih dari 55 ribu hektar ini memiliki topografi bukit dan gunung dengan tebing-tebing curam yang pastinya menjadi surga bagi Anda yang ingin merasakan sensasi sebuah petualangan. Bonusnya, taman nasional ini memiliki beberapa pantai tersembunyi yang tentunya belum banyak dikunjungi wisatawan, antara lain Pantai Rajegwesi, Pantai Sukamade, Pantai Meru, dan Pantai Bandealit.

3. Air Terjun Tancak - Jember



Tentunya tempat wisata ini sangat cocok bagi Anda yang gemar wisata petualangan. Pasalnya untuk mencapai lokasi air terjun ini, Anda perlu melakukan treking menempuh jarak 2 km dengan menyusuri hutan dan terkadang harus membelah sungai. Untuk itu, dibutuhkan persiapan fisik khusus untuk dapat mencapai lokasi air terjun yang berada di Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember ini. Dengan trek yang penuh rintangan dan menanjak, sangat disarankan untuk menggunakan jasa guide warga sekitar untuk pendamping bagi Anda yang belum pernah ke lokasi air terjun ini.

Tinggi air terjun Tancak ini mencapai 80 meter dengan bagian tebing yang membentuk lengkungan mirip tapal kuda. Tepat di bawahnya terdapat kolam alami dengan dekorasi bebatuan cadas. Nama “Tancak” sendiri diambil dari nama pegunungan tempat air berasal.

4. Air Terjun Madakaripura - Probolinggo



Air terjun dengan tinggi sekitar 200 meter ini diklaim sebagai air terjun tertinggi sekaligus terindah di Pulau Jawa. Tentunya keindahan ini harus dibayar dengan sedikit usaha untuk mencapainya. Yup, Untuk sampai ke lokasi air terjun yang konon menjadi tempat semedi patih Gadah Mada ini, Anda perlu melakukan trekking sejauh 2 km dengan menyusuri sungai. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan sendal anti selip ketimbang sepatu karena jalur trekking yang basah. Air terjun ini terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo.

5. Pantai Jonggring Saloko - Malang



Pantai ini terletak di desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo dan berjarak sekitar 69 km dari arah kota Malang. Letaknya yang tersembunyi dan berlokasi sangat jauh dari pemukiman warga menjadikannya kurang populer dan tentunya masih sangat jarang dikunjungi. Akses menuju pantai pun cukup terjal dan berkelok-kelok.

Namun perjalanan menuju ke tempat ini akan terbayarkan. Pantai ini memiliki air yang jernih, batu karang dan pasir yang putih lembut. Sayangnya, pantai ini tidak cocok bagi Anda yang suka berenang di pantai karena ada larangan tertulis bagi pengunjung untuk berenang di pantai ini.

6. Pantai Gua Cina - Malang



Pantai yang menghadap ke Samudra Hindia ini memiliki satu hal yang istimewa yaitu gelombang air laut yang bertemu dari arah, selatan, timur dan barat. Arus gelombang yang bertabrakan diantara Pulau Nyonya dan Pulau Bantengan tersebut menimbulkan efek suara gemuruh yang cukup seru bagi Anda yang gemar dengan hal baru.

Selain itu, pantai yang memiliki nama asli Rowo Indah ini memiliki kisah yang unik. Konon menurut cerita masyarakat setempat, ada sebuah gua di bukit pinggir pantai yang digunakan oleh seorang pertapa Cina untuk bersemedi. Pertapa itu meninggal di gua tersebut dan meninggalkan tulisan Mandarin di langit-langit gua. Karena itulah pantai ini lebih populer dengan nama Pantai Gua Cina.

7. Pantai Klayar - Pacitan



Pacitan memang menyimpan potensi wisata yang cukup besar. Salah satunya pantai terpencil di bagian selatan Jawa Timur ini. Dengan hamparan pasir putih membentang dan air laut yang masih bening, pantai Klayar menambah jajaran tempat wisata di Pacitan yang masih jarang dikunjungi.

Di pantai ini, Anda akan menemui seruling laut yang berupa celah di sebuah batu karang besar yang menyemburkan air setiap kali ombak menghempas. Air laut yang menyembur ke atas akan menimbulkan bunyi serupa siulan.

8. Pulau Bawean - Gresik



Pulau yang sering disebut Pulau Putri ini menyimpan beragam daya tarik. Di antaranya adalah Tanjung Gaang yang merupakan hamparan batu karang indah dengan air laut berwarna biru kehijauan dan Danau Kastoba yang bisa Anda nikmati dengan berenang. Ada pula spesies rusa yang hanya dapat ditemukan (endemik) di Bawean, yaitu Axis kuhli. Puluhan spesies ikan laut yang cantik pun menghuni pantai pulau ini.

Pulau Bawean ini merupakan gugusan kepulauan yang termasuk dalam wilayah Gresik dan terletak di sebelah utara wilayah Kota Gresik. Pulau ini berjarak 120 km dari kota Gresik dan membutuhkan waktu 3 jam bila ditempuh dengan menggunakan kapal cepat atau 8 jam bila ditempuh menggunakan kapal biasa.

8. Pulau Gili Iyang - Madura



Menurut Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jatim, kandungan oksigen di pulau mencapai sekitar 21,5 persen atau 20 persen di atas rata-rata. Pulau ini pun diklaim memiliki kadar oksigen terbaik nomor dua di dunia setelah Yordania.

Memang udara di tempat ini cukup sejuk dan segar meski tidak terdapat perbukitan atau gunung. Tidak heran pulau ini kerap disebut sebagai Pulau Awet Muda. Bahkan ditemukan ada sejumlah orang yang berusia sampai 175 tahun. Selain itu, panorama pantainya sangat menawan dengan hamparan batu karang yang cantik. Bagi Anda yang gemar wisata petualangan, Anda juga bisa mengunjungi Gua Air dan Gua Syafirah.

Hingga saat ini hanya ada tiga tempat wisata yang dikelola secara resmi oleh pemerintah daerah setempat, antara lain Museum dan Keraton Sumenep di Kecamatan Kota, Pantai Lombang di Batang Batang, dan Pantai Slopeng di Dasuk.

9. Pulau Gili Labak - Madura



Gili tidak hanya ada di Lombok tetapi juga di Madura. Selain Gili Iyang, Anda dapat mengunjungi Gili Labak yang juga tak kalah menarik. Keindahan Gili Labak tak lain dan tak bukan karena pasir putihnya yang bersih dan halus. Apalagi tipikal pantai di Madura tidak terlalu berbahaya dengan ombak yang besar seperti pantai-pantai di Selatan. Di sini, Anda dapat dengan aman bersantai atau menikmati terumbu karang dengan menyelam.

Pulau ini hanya seluas lapangan sepak bola saja dan sangat jarang dikunjungi karena kurang populer. Tempat wisata ini pun belum dilengkapi dengan infrastruktur wisata yang lengkap sehingga bagi Anda yang ingin piknik atau menyelam, sebaiknya membawa perbekalan atau alat snorkeling sendiri.

10. Pantai Gondo Mayit - Blitar



Mungkin hal yang menjadikan salah satu tempat wisata Jawa Timur yang indahnya luar biasa ini jarang dikunjungi adalah namanya sendiri. Gondo Mayit yang berarti bau mayat ini terletak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur Kecamatan Wonotirto Desa Tambak Rejo. Pantai ini memiliki pasir berwarna putih, air laut yang jernih, dan tidak ada karang yang tajam sehingga Anda dapat berenang dengan aman di tempat ini. Meskipun begitu, Anda tetap harus berhati-hati karena ombaknya cukup deras.

Jalan menuju pantai Gondo Mayit bisa dibilang cukup berliku karena Anda harus berjalan kaki dari pantai Tambak Rejo untuk kemudian mendaki bukit yang di puncaknya terdapat makam penjaga pantai Gondo Mayit dan baru kemudian Anda dapat menikmati sejuknya pantai yang tersembunyi ini.



Biografi Syaikhona Kholil Bangkalan, Sang Pencetak Pemimpin Nusantara

Biografi Syaikhona Kholil Bangkalan, Sang Pencetak Pemimpin Nusantara



Hari Selasa tanggal 11 Jumadil Akhir 1235 H atau 27 Januari 1820 M, Abdul Lathif seorang Kyai di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, ujung Barat Pulau Madura, Jawa Timur, merasakan kegembiraan yang teramat sangat. Karena hari itu, dari rahim istrinya lahir seorang anak laki-laki yang sehat, yang diberinya nama Muhammad Kholil, yang kelak akan terkenal dengan nama Mbah Kholil.

KH. Abdul Lathif sangat berharap agar anaknya di kemudian hari menjadi pemimpin umat, sebagaimana nenek moyangnya. Seusai mengadzani telinga kanan dan mengiqamati telinga kiri sang bayi, KH. Abdul Lathif memohon kepada Allah agar Dia mengabulkan permohonannya.

Mbah Kholil kecil berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, KH. Abdul Lathif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah Abdul Lathif adalah Kyai Hamim, anak dari Kyai Abdul Karim. Yang disebut terakhir ini adalah anak dari Kyai Muharram bin Kyai Asror Karomah bin Kyai Abdullah bin Sayyid Sulaiman. Sayyid Sulaiman adalah cucu Sunan Gunung Jati. Maka tak salah kalau KH. Abdul Lathif mendambakan anaknya kelak bisa mengikuti jejak Sunan Gunung Jati karena memang dia masih terhitung keturunannya.

Oleh ayahnya, ia dididik dengan sangat ketat. Mbah Kholil kecil memang menunjukkan bakat yang istimewa, kehausannya akan ilmu, terutama ilmu Fiqh dan nahwu, sangat luar biasa. Bahkan ia sudah hafal dengan baik Nazham Alfiyah Ibnu Malik (seribu bait ilmu Nahwu) sejak usia muda. Untuk memenuhi harapan dan juga kehausannya mengenai ilmu Fiqh dan ilmu yang lainnya, maka orang tua Mbah Kholil kecil mengirimnya ke berbagai pesantren untuk menimba ilmu.

Belajar ke Pesantren

Mengawali pengembaraannya, sekitar tahun 1850-an, ketika usianya menjelang tiga puluh, Mbah Kholil muda belajar kepada Kyai Muhammad Nur di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Dari Langitan beliau pindah ke Pondok Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian beliau pindah ke Pondok Pesantren Keboncandi. Selama belajar di Pondok Pesantren ini beliau belajar pula kepada Kyai Nur Hasan yang menetap di Sidogiri, 7 kilometer dari Keboncandi. Kyai Nur Hasan ini, sesungguhnya, masih mempunyai pertalian keluarga dengannya.

Jarak antara Keboncandi dan Sidogiri sekitar 7 Kilometer. Tetapi, untuk mendapatkan ilmu, Mbah Kholil muda rela melakoni perjalanan yang terbilang lumayan jauh itu setiap harinya. Di setiap perjalanannya dari Keboncandi ke Sidogiri, ia tak pernah lupa membaca Surah Yasin. Ini dilakukannya hingga ia -dalam perjalanannya itu- khatam berkali-kali.

Orang yang Mandiri

Sebenarnya, bisa saja Mbah Kholil muda tinggal di Sidogiri selama nyantri kepada Kyai Nur Hasan, tetapi ada alasan yang cukup kuat bagi dia untuk tetap tinggal di Keboncandi, meskipun Mbah Kholil muda sebenarnya berasal dari keluarga yang dari segi perekonomiannya cukup berada. Ini bisa ditelisik dari hasil yang diperoleh ayahnya dalam bertani.

Akan tetapi, Mbah Kholil muda tetap saja menjadi orang yang mandiri dan tidak mau merepotkan orangtuanya. Karena itu, selama nyantri di Sidogiri, Mbah Kholil tinggal di Keboncandi agar bisa nyambi menjadi buruh batik. Dari hasil menjadi buruh batik itulah dia memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Sewaktu menjadi Santri Mbah Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti Matan Alfiyah Ibnu Malik (Tata Bahasa Arab). Disamping itu beliau juga seorang Hafidz Al-Quran. Beliau mampu membaca Al-Qur’an dalam Qira’at Sab’ah (tujuh cara membaca Al-Quran).

Ke Mekkah

Kemandirian Mbah Kholil muda juga nampak ketika ia berkeinginan untuk menimba ilmu ke Mekkah. Karena pada masa itu, belajar ke Mekkah merupakan cita-cita semua santri. Dan untuk mewujudkan impiannya kali ini, lagi-lagi Mbah Kholil muda tidak menyatakan niatnya kepada orangtuanya, apalagi meminta ongkos kepada kedua orangtuanya.

Kemudian, setelah Mbah Kholil memutar otak untuk mencari jalan kluarnya, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke sebuah pesantren di Banyuwangi. Karena, pengasuh pesantren itu terkenal mempunyai kebun kelapa yang cukup luas. Dan selama nyantri di Banyuwangi ini, Mbah Kholil nyambi menjadi “buruh” pemetik kelapa pada gurunya. Untuk setiap pohonnya, dia mendapat upah 2,5 sen. Uang yang diperolehnya tersebut dia tabung. Sedangkan untuk makan, Mbah Kholil menyiasatinya dengan mengisi bak mandi, mencuci dan melakukan pekerjaan rumah lainnya, serta menjadi juru masak teman-temannya. Dari situlah Mbah Kholil bisa makan gratis.

Akhirnya, pada tahun 1859 M, saat usianya mencapai 24 tahun, Mbah Kholil memutuskan untuk pergi ke Mekkah. Tetapi sebelum berangkat, Mbah Kholil menikah dahulu dengan Nyai Asyik, anak perempuan Lodra Putih.

Setelah menikah, berangkatlah dia ke Mekkah. Dan memang benar, untuk ongkos pelayarannya bisa tertutupi dari hasil tabungannya selama nyantri di Banyuwangi, sedangkan untuk makan selama pelayaran, konon, Mbah Kholil berpuasa. Hal tersebut dilakukan Mbah Kholil bukan dalam rangka menghemat uang, akan tetapi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, agar perjalanannya selamat.

Pada tahun 1276 H/1859 M, Mbah Kholil Belajar di Mekkah. Di Mekkah Mbah Kholil belajar dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani (Guru Ulama Indonesia dari Banten). Diantara gurunya di Mekkah ialah Syeikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Mustafa bin Muhammad Al-Afifi Al-Makki, Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud Asy-Syarwani. Beberapa sanad hadits yang musalsal diterima dari Syeikh Nawawi Al-Bantani dan Abdul Ghani bin Subuh bin Ismail Al-Bimawi (Bima, Sumbawa).

Sebagai pemuda Jawa (sebutan yang digunakan orang Arab waktu itu untuk menyebut orang Indonesia) pada umumnya, Mbah Kholil belajar pada para Syeikh dari berbagai madzhab yang mengajar di Masjid Al-Haram. Namun kecenderungannya untuk mengikuti Madzhab Syafi’i tak dapat disembunyikan. Karena itu, tak heran kalau kemudian dia lebih banyak mengaji kepada para Syeikh yang bermadzhab Syafi’i.

Konon, selama di Mekkah, Mbah Kholil lebih banyak makan kulit buah semangka ketimbang makanan lain yang lebih layak. Realitas ini –bagi teman-temannya, cukup mengherankan. Teman seangkatan Mbah Kholil antara lain: Syeikh Nawawi Al-Bantani, Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dan Syeikh Muhammad Yasin Al-Fadani. Mereka semua tak habis pikir dengan kebiasaan dan sikap keprihatinan temannya itu.

Kebiasaan memakan kulit buah semangka kemungkinan besar dipengaruhi ajaran ngrowot (vegetarian) dari Al-Ghazali, salah seorang ulama yang dikagumi dan menjadi panutannya.

Mbah Kholil sewaktu belajar di Mekkah seangkatan dengan KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Chasbullah dan KH. Muhammad Dahlan. Namum Ulama-ulama dahulu punya kebiasaan memanggil Guru sesama rekannya, dan Mbah Kholil yang dituakan dan dimuliakan di antara mereka.

Sewaktu berada di Mekkah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Mbah Kholil bekerja mengambil upah sebagai penyalin kitab-kitab yang diperlukan oleh para pelajar. Diriwayatkan bahwa pada waktu itulah timbul ilham antara mereka bertiga, yaitu: Syeikh Nawawi Al-Bantani, Mbah Kholil dan Syeikh Shaleh As-Samarani (Semarang) menyusun kaidah penulisan Huruf Pegon. Huruf Pegon ialah tulisan Arab yang digunakan untuk tulisan dalam bahasa Jawa, Madura dan Sunda. Huruf Pegon tidak ubahnya tulisan Melayu/Jawi yang digunakan untuk penulisan bahasa Melayu.

Mbah Kholil cukup lama belajar di beberapa pondok pesantren di Jawa dan Mekkah. Maka sewaktu pulang dari Mekkah, beliau terkenal sebagai ahli/pakar nahwu, fiqh, tarekat dan ilmu-ilmu lainnya. Untuk mengembangkan pengetahuan keislaman yang telah diperolehnya, Mbah Kholil selanjutnya mendirikan pondok-pesantren di Desa Cengkebuan, sekitar 1 kilometer arah Barat Laut dari desa kelahirannya.

Kembali ke Tanah Air

Sepulangnya dari Tanah Arab (tak ada catatan resmi mengenai tahun kepulangannya), Mbah Kholil dikenal sebagai seorang ahli Fiqh dan Tarekat. Bahkan pada akhirnya, dia pun dikenal sebagai salah seorang Kyai yang dapat memadukan kedua hal itu dengan serasi. Dia juga dikenal sebagai al-Hafidz (hafal Al-Qur’an 30 Juz). Hingga akhirnya, Mbah Kholil dapat mendirikan sebuah pesantren di daerah Cengkubuan, sekitar 1 Kilometer Barat Laut dari desa kelahirannya.

Dari hari ke hari, banyak santri yang berdatangan dari desa-desa sekitarnya. Namun, setelah putrinya, Siti Khatimah dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kyai Muntaha; pesantren di Desa Cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya. Mbah Kholil sendiri mendirikan pesantren lagi di daerah Kademangan, hampir di pusat kota; sekitar 200 meter sebelah Barat alun-alun kota Kabupaten Bangkalan. Letak Pesantren yang baru itu, hanya selang 1 Kilometer dari Pesantren lama dan desa kelahirannya.

Di tempat yang baru ini, Mbah Kholil juga cepat memperoleh santri lagi, bukan saja dari daerah sekitar, tetapi juga dari Tanah Seberang Pulau Jawa. Santri pertama yang datang dari Jawa tercatat bernama Hasyim Asy’ari, dari Jombang.

Di sisi lain, Mbah Kholil disamping dikenal sebagai ahli Fiqh dan ilmu Alat (nahwu dan sharaf), ia juga dikenal sebagai orang yang “waskita,” weruh sak durunge winarah (tahu sebelum terjadi). Malahan dalam hal yang terakhir ini, nama Mbah Kholil lebih dikenal.

Geo Sosio Politika

Pada masa hidup Mbah Kholil, terjadi sebuah penyebaran Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah di daerah Madura. Mbah Kholil sendiri dikenal luas sebagai ahli tarekat; meskipun tidak ada sumber yang menyebutkan kepada siapa Mbah Kholil belajar Tarekat. Tapi, menurut sumber dari Martin Van Bruinessen (1992), diyakini terdapat sebuah silsilah bahwa Mbah Kholil belajar kepada Kyai ‘Abdul Adzim dari Bangkalan (salah satu ahli Tarekat Naqsyabandiyah Muzhariyah). Tetapi, Martin masih ragu, apakah Mbah Kholil penganut Tarekat tersebut atau tidak?

Masa hidup Mbah Kholil, tidak luput dari gejolak perlawanan terhadap penjajah. Tetapi, dengan caranya sendiri Mbah Kholil melakukan perlawanan.

Pertama: Ia melakukannya dalam bidang pendidikan. Dalam bidang ini, Mbah Kholil mempersiapkan murid-muridnya untuk menjadi pemimpin yang berilmu, berwawasan, tangguh dan mempunyai integritas, baik kepada agama maupun bangsa. Ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin umat dan bangsa yang lahir dari tangannya; salah satu diantaranya adalah KH. Hasyim Asy’ari, Pendiri Pesantren Tebu Ireng.

Kedua: Mbah Kholil tidak melakukan perlawanan secara terbuka, melainkan ia lebih banyak berada di balik layar. Realitas ini tergambar, bahwa ia tak segan-segan untuk memberi suwuk (mengisi kekuatan batin, tenaga dalam) kepada pejuang. Mbah Kholil pun tidak keberatan pesantrennya dijadikan tempat persembunyian.

Ketika pihak penjajah mengetahuinya, Mbah Kholil ditangkap dengan harapan para pejuang menyerahkan diri. Tetapi, ditangkapnya Mbah Kholil, malah membuat pusing pihak Belanda. Karena ada kejadian-kejadian yang tidak bisa mereka mengerti; seperti tidak bisa dikuncinya pintu penjara, sehingga mereka harus berjaga penuh supaya para tahanan tidak melarikan diri.

Di hari-hari selanjutnya, ribuan orang datang ingin menjenguk dan memberi makanan kepada Mbah Kholil, bahkan banyak yang meminta ikut ditahan bersamanya. Kejadian tersebut menjadikan pihak Belanda dan sekutunya merelakan Mbah Kholil untuk dibebaskan saja.

Mbah Kholil adalah seorang ulama yang benar-benar bertanggung jawab terhadap pertahanan, kekukuhan dan maju-mundurnya agama Islam dan bangsanya. Beliau sadar benar bahwa pada zamannya, bangsanya adalah dalam suasana terjajah oleh bangsa asing yang tidak seagama dengan yang dianutnya.

Beliau dan keseluruhan suku bangsa Madura seratus persen memeluk agama Islam, sedangkan bangsa Belanda, bangsa yang menjajah itu memeluk agama Kristiani. Sesuai dengan keadaan beliau sewaktu pulang dari Mekkah yang telah berumur lanjut, tentunya Mbah Kholil tidak melibatkan diri dalam medan perang, memberontak dengan senjata tetapi mengkaderkan pemuda di pondok pesantren yang diasaskannya.

Mbah Kholil sendiri pernah ditahan oleh penjajah Belanda karena dituduh melindungi beberapa orang yang terlibat melawan Belanda di pondok pesantrennya. Beberapa tokoh ulama maupun tokoh-tokoh kebangsaan lainnya yang terlibat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak sedikit yang pernah mendapat pendidikan dari Mbah Kholil.

Diantara sekian banyak murid Mbah Kholil yang cukup menonjol dalam sejarah perkembangan agama Islam dan bangsa Indonesia ialah KH. Hasyim Asy’ari (pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dan pengasas Nahdlatul Ulama/NU), KH. Abdul Wahab Chasbullah (pendiri Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang), KH. Bisri Syansuri (pendiri Pondok Pesantren Denanyar, Jombang), KH. Ma’shum (pendiri Pondok Pesantren Lasem, Rembang, adalah ayahanda KH. Ali Ma’shum), KH. Bisri Mustofa (pendiri Pondok Pesantren Rembang), dan KH. As’ad Syamsul `Arifin (pengasuh Pondok Pesantren Asembagus, Situbondo).

Karomah Mbah Kholil

Ulama besar yang digelar oleh para Kyai sebagai “Syaikhuna” yakni guru kami, karena kebanyakan Kyai-Kyai dan pengasas pondok pesantren di Jawa dan Madura pernah belajar dan nyantri dengan beliau. Pribadi yang dimaksudkan ialah Mbah Kholil. Tentunya dari sosok seorang Ulama Besar seperti Mbah Kholil mempunyai karomah.

Istilah karomah berasal dari bahasa Arab. Secara bahasa berarti mulia, Syeikh Thahir bin Shaleh Al-Jazairi dalam kitab Jawahirul Kalamiyah mengartikan kata karomah adalah perkara luar biasa yang tampak pada seorang wali yang tidak disertai dengan pengakuan seorang Nabi.

Adapun karomah Mbah Kholil diantaranya:

1. Membelah Diri

Kesaktian lain dari Mbah Kholil, adalah kemampuannya membelah diri. Dia bisa berada di beberapa tempat dalam waktu bersamaan. Pernah ada peristiwa aneh saat beliau mengajar di pesantren. Saat berceramah, Mbah Kholil melakukan sesuatu yang tak terpantau mata. ”Tiba-tiba baju dan sarung beliau basah kuyup,” Cerita KH. Ghozi.

Para santri heran. Sedangkan beliau sendiri cuek, tak mau menceritakan apa-apa. Langsung ngeloyor masuk rumah, ganti baju.

Teka-teki itu baru terjawab setengah bulan kemudian. Ada seorang nelayan sowan ke Mbah Kholil. Dia mengucapkan terimakasih, karena saat perahunya pecah di tengah laut, langsung ditolong Mbah Kholil.

”Kedatangan nelayan itu membuka tabir. Ternyata saat memberi pengajian, Mbah Kholil dapat pesan agar segera ke pantai untuk menyelamatkan nelayan yang perahunya pecah. Dengan karomah yang dimiliki, dalam sekejap beliau bisa sampai laut dan membantu si nelayan itu,” Papar KH. Ghozi yang kini tinggal di Wedomartani Ngemplak Sleman ini.

2. Menyembuhkan Orang Lumpuh Seketika

Dalam buku yang berjudul “Tindak Lampah Romo Yai Syeikh Ahmad Jauhari Umar” menerangkan bahwa Mbah Kholil Bangkalan termasuk salah satu guru Romo Yai Syeikh Ahmad Jauhari Umar yang mempunyai karomah luar biasa. Diceritakan oleh penulis buku tersebut sebagai berikut:

“Suatu hari, ada seorang keturunan Cina sakit lumpuh, padahal ia sudah dibawa ke Jakarta tepatnya di Betawi, namun belum juga sembuh. Lalu ia mendengar bahwa di Madura ada orang sakti yang bisa menyembuhkan penyakit. Kemudian pergilah ia ke Madura yakni ke Mbah Kholil untuk berobat. Ia dibawa dengan menggunakan tandu oleh 4 orang, tak ketinggalan pula anak dan istrinya ikut mengantar.

Di tengah perjalanan ia bertemu dengan orang Madura yang dibopong karena sakit (kakinya kerobohan pohon). Lalu mereka sepakat pergi bersama-sama berobat ke Mbah Kholil. Orang Madura berjalan di depan sebagai penunjuk jalan. Kira-kira jarak kurang dari 20 meter dari rumah Mbah Kholil, muncullah Mbah Kholil dalam rumahnya dengan membawa pedang seraya berkata: “Mana orang itu?!! Biar saya bacok sekalian.”

Melihat hal tersebut, kedua orang sakit tersebut ketakutan dan langsung lari tanpa ia sadari sedang sakit. Karena Mbah Kholil terus mencari dan membentak-bentak mereka, akhirnya tanpa disadari, mereka sembuh. Setelah Mbah Kholil wafat kedua orang tersebut sering ziarah ke makam beliau.

3. Kisah Pencuri Timun Tidak Bisa Duduk

Pada suatu hari petani timun di daerah Bangkalan sering mengeluh. Setiap timun yang siap dipanen selalu kedahuluan dicuri maling. Begitu peristiwa itu terus-menerus, akhirnya petani timun itu tidak sabar lagi. Setelah bermusyawarah, maka diputuskan untuk sowan ke Mbah Kholil. Sesampainya di rumah Mbah Kholil, sebagaimana biasanya Kyai tersebut sedang mengajarkan kitab Nahwu. Kitab tersebut bernama Jurumiyah, suatu kitab tata bahasa Arab tingkat pemula.

“Assalamu’alaikum, Kyai,” Ucap salam para petani serentak.

“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,“ Jawab Mbah Kholil.

Melihat banyaknya petani yang datang. Mbah Kholil bertanya: “Sampean ada keperluan, ya?”

“Benar, Kyai. Akhir-akhir ini ladang timun kami selalu dicuri maling, kami mohon kepada Kyai penangkalnya,” Kata petani dengan nada memohon penuh harap.

Ketika itu, kitab yang dikaji oleh Kyai kebetulan sampai pada kalimat “qoma zaidun” yang artinya “zaid telah berdiri”. Lalu serta-merta Mbah Kholil berbicara sambil menunjuk kepada huruf “qoma zaidun”.

“Ya.., Karena pengajian ini sampai ‘qoma zaidun’, ya ‘qoma zaidun’ ini saja pakai sebagai penangkal,” Seru Kyai dengan tegas dan mantap.

“Sudah, Pak Kyai?” Ujar para petani dengan nada ragu dan tanda tanya.

“Ya sudah,” Jawab Mbah Kholil menandaskan.

Mereka puas mendapatkan penangkal dari Mbah Kholil. Para petani pulang ke rumah mereka masing-masing dengan keyakinan kemujaraban penangkal dari Mbah Kholil.

Keesokan harinya, seperti biasanya petani ladang timun pergi ke sawah masing-masing. Betapa terkejutnya mereka melihat pemandangan di hadapannya. Sejumlah pencuri timun berdiri terus-menerus tidak bisa duduk. Maka tak ayal lagi, semua maling timun yang selama ini merajalela diketahui dan dapat ditangkap. Akhirnya penduduk berdatangan ingin melihat maling yang tidak bisa duduk itu, semua upaya telah dilakukan, namun hasilnya sia-sia. Semua maling tetap berdiri dengan muka pucat pasi karena ditonton orang yang semakin lama semakin banyak.

Satu-satunya jalan agar para maling itu bisa duduk, maka diputuskan wakil petani untuk sowan ke Mbah Kholil lagi. Tiba di kediaman Mbah Kholil, utusan itu diberi obat penangkal. Begitu obat disentuhkan ke badan maling yang sial itu, akhirnya dapat duduk seperti sedia kala. Dan para pencuri itupun menyesal dan berjanji tidak akan mencuri lagi di ladang yang selama ini menjadi sasaran empuk pencurian.

Maka sejak saat itu, petani timun di daerah Bangkalan menjadi aman dan makmur. Sebagai rasa terima kasih kepada Mbah Kholil, mereka menyerahkan hasil panenannya yaitu timun ke pondok pesantren berdokar-dokar. Sejak itu, berhari-hari para santri di pondok kebanjiran timun, dan hampir-hampir di seluruh pojok-pojok pondok pesantren dipenuhi dengan timun.

4. Kisah Ketinggalan Kapal Laut

Kejadian ini pada musim haji. Kapal laut pada waktu itu, satu-satunya angkutan menuju Mekkah. Semua penumpang calon haji naik ke kapal dan bersiap-siap, tiba-tiba seorang wanita berbicara kepada suaminya: “Pak, tolong saya belikan anggur, saya ingin sekali,” Ucap istrinya dengan memelas.

“Baik, kalau begitu. Mumpung kapal belum berangkat, saya akan turun mencari anggur,” Jawab suaminya sambil bergegas ke luar kapal.

Suaminya mencari anggur di sekitar ajungan kapal, nampaknya tidak ditemui penjual buah anggur seorangpun. Akhirnya dicobanya masuk ke pasar untuk memenuhi keinginan istrinya tercinta. Dan meski agak lama, toh akhirnya anggur itu didapat juga. Betapa gembiranya sang suami mendapatkan buah anggur itu. Dengan agak bergegas, dia segera kembali ke kapal untuk menemui isterinya. Namun betapa terkejutnya setelah sampai ke ajungan, kapal yang akan ditumpangi semakin lama semakin menjauh. Sedih sekali melihat kenyataan ini. Ia duduk termenung tidak tahu apa yang mesti diperbuat.

Di saat duduk memikirkan nasibnya, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang menghampirinya. Dia memberikan nasihat: “Datanglah kamu kepada Mbah Kholil Bangkalan, utarakan apa musibah yang menimpa dirimu!” Ucapnya dengan tenang.

“Mbah Kholil?” Pikirnya. “Siapa dia, kenapa harus ke sana, bisakah dia menolong ketinggalan saya dari kapal?” Begitu pertanyaan itu berputar-putar di benaknya.

“Segeralah ke Mbah Kholil minta tolong padanya agar membantu kesulitan yang kamu alami, insya Allah,” Lanjut orang itu menutup pembicaraan.

Tanpa pikir panjang lagi, berangkatlah sang suami yang malang itu ke Bangkalan. Setibanya di kediaman Mbah Kholil, langsung disambut dan ditanya: “Ada keperluan apa?”

Lalu suami yang malang itu menceritakan apa yang dialaminya mulai awal hingga datang ke Mbah Kholil. Tiba-tiba Kyai itu berkata: “Lho, ini bukan urusan saya, ini urusan pegawai pelabuhan. Sana pergi!”

Lalu suami itu kembali dengan tangan hampa. Sesampainya di pelabuhan sang suami bertemu lagi dengan orang laki-laki tadi yang menyuruh ke Mbah Kholil, lalu bertanya: ”Bagaimana, sudah bertemu Mbah Kholil?”

“Sudah, tapi saya disuruh ke petugas pelabuhan,” Katanya dengan nada putus asa.

“Kembali lagi, temui Mbah Kholil!” Ucap orang yang menasehati dengan tegas tanpa ragu.

Maka sang suami yang malang itupun kembali lagi ke Mbah Kholil. Begitu dilakukannya sampai berulang kali. Baru setelah ketiga kalinya, Mbah Kholil berucap: “Baik kalau begitu, karena sampeyan ingin sekali, saya bantu sampeyan.”

“Terima kasih Kyai,” Kata sang suami melihat secercah harapan.

“Tapi ada syaratnya,” Ucap Mbah Kholil.

“Saya akan penuhi semua syaratnya,” Jawab orang itu dengan sungguh-sungguh.

Lalu Mbah Kholil berpesan: “Setelah ini, kejadian apapun yang dialami sampeyan jangan sampai diceritakan kepada orang lain, kecuali saya sudah meninggal. Apakah sampeyan sanggup?” Seraya menatap tajam.

“Sanggup Kyai,“ Jawabnya spontan.

“Kalau begitu ambil dan pegang anggurmu pejamkan matamu rapat-rapat,” Kata Mbah Kholil.

Lalu sang suami melaksanakan perintah Mbah Kholil dengan patuh. Setelah beberapa menit berlalu dibuka matanya pelan-pelan. Betapa terkejutnya dirinya sudah berada di atas kapal tadi yang sedang berjalan. Takjub heran bercampur jadi satu, seakan tak mempercayai apa yang dilihatnya. Digosok-gosok matanya, dicubit lengannya. Benar kenyataan, bukannya mimpi, dirinya sedang berada di atas kapal. Segera ia temui istrinya di salah satu ruang kapal.

“Ini anggurnya, dik. Saya beli anggur jauh sekali,” Dengan senyum penuh arti seakan tidak pernah terjadi apa-apa dan seolah-olah datang dari arah bawah kapal.

Padahal sebenarnya dia baru saja mengalami peristiwa yang dahsyat sekali yang baru kali ini dialami selama hidupnya. Terbayang wajah Mbah Kholil. Dia baru menyadarinya bahwa beberapa saat yang lalu, sebenarnya dia baru saja berhadapan dengan seseorang yang memiliki karomah yang sangat luar biasa.

Rabu, 14 Maret 2018

Bupati Paoulus Hadi Himbau Masyarakat Mukok Ajari Anak Ngaji Sejak Usia Dini

Bupati Paoulus Hadi Himbau Masyarakat Mukok Ajari Anak Ngaji Sejak Usia Dini


Program safari Ramadan terus berlanjut. Dihari kedua puluh pelaksanaan ibadah puasa, Bupati Paolus Hadi bersama para pejabat dan unsur pimpinan daerah Kabupaten Sanggau meneruskan kunjungan ke Masjid Miftahul Jannah, Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Selasa (20/6), kemarin. Safari ramadan ini dihadiri unsur Forkopimda, para Kepala SKPD, Camat Mukok beserta unsur Forkopimka serta perangkat desa.
Dalam sambutannya, Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengajak para orang tua untuk mengajari anak-anak mereka membaca Al-quran sejak dini.
“Kepada anak-anak agar sejak dini sudah membiasakan diri berpuasa, karena kalau sudah besar rasanya akan berat untuk memulainya. Begitu juga dengan membaca Al-quran, sejak kecil harus sudah diajarkan, sebagai orang tua juga harus tegas bagaimana mempersiapkan anak kita agar pandai dan mampu membaca Al-quran dengan baik dan benar,” ujar Bupati.
Pada kesempatan itu, Bupati Paolus Hadi mengingatkan, peran aktif orang tua dan pemuka agama bagaimana menggalakan taman bacaan Al-quran di setiap dusun dan desa, sehingga dapat mencetak generasi yang fasih membaca Al-quran dan tentunya dapat mewakili Kabupaten Sanggau diajang STQ maupun MTQ ditingkat yang lebih tinggi.
“Kepada umat muslim saya meminta agar benar-benar memahami dan menjalankan ibadah puasa dengan keteguhan iman, sehingga mendapat kemenangan di Hari Raya Idul Fitri nanti,” ujarnya.
Lanjutnya lagi, Paolus Hadi mengingatkan, masyarakat selalu waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.
“Jangan mudah percaya terhadap berita-berita yang beredar dan belum tentu benar, jangan ikut-ikutan menyebar berita bohong (hoax). Kita di Sanggau sudah hidup rukun dan damai antar umat maupun antar masyarakat, mari kita jaga daerah ini agar tetap hidup berdampingan dan harmonis,” ucap Bupati.
Sementara itu, Koordinator Safari Ramadan Bupati Sanggau di Masjid Miftahul Jannah Desa Inggis, Husni Syamsul menambahkan, safari ramadan merupakan tradisi yang sejak lama telah dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kegiatan ini tidak lain adalah sebagai bentuk perhatian dan kerinduan pemimpin terhadap masyarakatnya. Safari ramadan juga dimaksudkan untuk menjalin tali silaturahmi dan bertemu langsung dengan masyarakat. Lewat kegiatan ini, masyarakat juga dapat mendengarkan pesan dan arahan dari Pak Bupati, baik menyangkut pemerintahan dan pembangunan maupun kemasyarakatan,” tutupnya.

Sumber : pontianakpost.co.id, halodunia.net

Jumat, 08 Desember 2017

Panglima TNI : Selama Saya Jadi Panglima, Tidak Akan Ada Konflik Dengan Polri

Panglima TNI : Selama Saya Jadi Panglima, Tidak Akan Ada Konflik Dengan Polri


Tak ada hambatan apa pun. Semua berjalan mulus. Ya, anggota Komisi I DPR akhirnya menyetujui pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi panglima TNI setelah menggelar fit and proper test di ruang komisi I DPR kemarin (6/12).
Tinggal menunggu ketukan palu sidang paripurna sebelum Presiden Jokowi bisa melantik Hadi. Fit and proper test yang digelar tertutup itu berlangsung selama kurang lebih 6 jam. Hadi diuji dengan berbagai permasalahan seputar angkatan bersenjata republik ini. Mulai dari soal anggaran, alutista, kebijakan pertahanan, urusan kelembagaan, ancaman luar dan dalam, hingga perhatian terhadap veteran.
“Sidang komisi I DPR memberikan persetujuan terhadap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk menjadi Panglima TNI,” Kata Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari disambut tepuk tangan riuh dari para anggota TNI AU di ruangan.
Kharis menyebut, Hadi dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni, memenuhi syarat, dan memiliki kecakapan untuk memimpin TNI. Sidang juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Panglima TNI saat ini, Jenderal Gatot Nurmantyo. “Dengan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kinerja dalam memimpin TNI selama ini,” kata Khari.
Mekanisme pemberian persetujuan ini dibagi dalam beberapa tahap. Diawali dengan penelitian administrasi, penyampaian visi misi, pendalaman, lalu mendengarkan pendapat dari fraksi-fraksi. Barulah keputusan bersama diambil. “Yang ditanyakan pada beliau (Hadi, red) umumnya soal kepemimpinan, profesionalitas, dan integritas,” kata Kharis.
Kharis mengatakan, pihaknya segera akan mengirim surat ke pimpinan DPR untuk menggelar rapat Badan Musyawarah (Banmus) atau rapat pengganti Banmus. Rapat nantinya akan menjadwalkan pembacaan laporan keputusan sidang ini di paripurna.
Setelah disetujui dalam paripurna, pimpinan DPR akan segera berkirim surat ke presiden. “Setelah itu presiden bisa melantik, tergantung jadwal dari istana,” kata Kharis.
Anggota Komisi I DPR, Asril Hamzah Tanjung, mengungkapkan bahwa rapat tersebut juga menguatkan kembali komitmen TNI untuk mengawal proses menuju target kekuatan minimum TNI, Minimum Essential Force atau MEF yang belakangan dianggap kendor.
Asril mengatakan Hadi menyatakan sanggup untuk mengawal MEF tahap kedua dengan tenggat waktu sampai akhir 2019. “Beliau (Hadi, red) janji akan tercapai 30 persen pada MEF II, sisanya dipenuhi sampai 2024, masih lama,” katanya.
Di antara janji-janji Hadi antara lain mengutamakan dan memberdayakan industri militer strategis dalam negeri seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia. Dan perlahan-lahan melepaskan diri dari ketergantungan alutista buatan asing. “Sekarang masih 35 persen alutista dari dalam negeri, janjinya dinaikkan 50 persen sampai 100 persen,” katanya.
Selain itu, kata Asril, janji yang tidak boleh dilupakan adalah janji Hadi untuk menjaga harmonisasi antar TNI dengan Polri. “Selama saya jadi panglima, tidak akan ada konflik dengan Polri, itu janjinya, kita pegang,” kata politikus Gerindra ini.
Hadi sendiri merasa bersyukur telah melewati berbagai tahapan uji kelayakan tersebut menuju kursi panglima. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
Tentang apa yang akan ia lakukan setelah jadi Panglima, Hadi belum mau mengungkapkannya. “Nanti saya sampaikan saat sudah jadi panglima, kita ketemu lagi di tempat pengambilan sumpah jabatan,” katanya.
Dalam paparan visi dan misinya, Hadi banyak menyinggung fenomena pergeseran Geopolitik dunia. Di mana ancaman-ancaman terhadap keamanan dan kesatuan nasional, regional, maupun global sudah berevolusi sedemikian rupa.
Perang yang terjadi pun saat ini lebih bersifat asimetris, proksi, dan hibrid. “Arus informasi dan media sosial juga bisa jadi senjata yang tak kalah mematikan dari senjata kinetik,” paparnya.
Uniknya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi dan KSAD Jenderal TNI Mulyono turut serta mengantarkan Hadi “menghadapi ujian”-nya menuju kursi Panglima TNI. Empat perwira tertinggi TNI tersebut tampak berjalan beriringan menuju gedung Nusantara I.
“Ini untuk menunjukkan bahwa baik KSAL maupun KSAD siap dipimpin Pak Hadi,” kata Gatot pada media.
Padahal, kata Gatot, secara akedemik, baik KSAL maupun KSAD 3 tahun lebih senior daripada Hadi. Menurut Gatot, komitmen kesiapan seperti ini penting untuk ditunjukkan sejak awal. Agar masalah senioritas tidak mengganggu rantai komando. “Ini penting, karena di militer, senioritas sangat berpengaruh,” katanya.
Menurut Gatot, presiden memilih Hadi berdasar pertimbangan yang objektif. Indonesia butuh Panglima yang bisa mengawal ketahanan dan keamanan Indonesia melewati tahun politik 2018-2019. Sementara, baik KSAD maupun KSAL, sama-sama akan memasuki masa pensiun.
“KSAD 1 Juni sudah pensiun, KSAL Januari 2019 juga sudah pensiun,” katanya. Gatot sendiri mantap menyatakan ia siap menyerahkan tongkat kepemimpinan TNI pada Hadi. “Saya tulus dan ikhlas,” ungkapnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menepis anggapan penggantian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang dianggap terburu-buru. Dia menuturkan penggatian panglima itu butuh waktu untuk seleksi seperti fit and proper test.
Selain itu, ada pertimbangan seorang panglima yang diganti itu membutuhkan waktu menghadapi masa persiapan pensiun. “Ada kebiasaan juga sudah terjadi di beberapa panglima (TNI, red), memang beberapa bulan sebelumnya ada masa sebelum pensiun ada persiapan masa pensiun,” ujar JK di kantor Wakil Presiden, kemarin (6/12).
Permintaan Jenderal Gatot untuk segera melantik penggantinya, yang diusulkan Presiden Jokowi ke DPR, Marsekal Hadi Tjahjanto juga disebut JK sebagai tindakan yang bagus. Dia menilai sikap tersebut merupakan sikap seorang panglima yang mau menerima atau terbuka. “Dan (Panglima Gatot, red) sangat menyerahkan proses sesuai dengan aturan,” tambah JK.
Terkait dengan mutasi perwira tinggi di lingkungan TNI, JK enggan memberikan komentar panjang. Dia menganggap bahwa itu adalah proses yang sedang berjalan di tubuh militer. Dia tidak mau ikut campur terlalu dalam. “Itu (mutasi, red) masalah internal TNI lah,” tegas dia

Senin, 20 November 2017

"Social Media DBMS" Kelengkapan Baru Polri Untuk Handling and Monitoring Media

"Social Media DBMS" Kelengkapan Baru Polri Untuk Handling and Monitoring Media


Tampaknya Polres Tanjungpinang di bawah kepemimpinan AKBP. Ardiyanto Tedjo Baskoro benar-benar menunjukan kemajuan yang signifikan. Selain banyak pengembangan sistem pelayanan masyarakat dan pembentukan pasukan blogger yang diberi julukan sebagai Cyber Troops Polres Tanjungpinang, Ardiyanto juga sedang menyiapkan system penunjang yang nantinya akan dipergunakan untuk memonitor setiap pergerakan dari pasukan cyber asuhan Polres Tanjungpinang.
Dalam sistem tersebut, semua aktivitas Cyber Troops dalam menjalankan misinya dapat termonitor, pergerakan penyebaran informasi melalui blog, facebook, twitter dan instagram dapat dilihat dengan detil.
Selain itu, sistem yang sedang dipersiapkan tersebut juga dapat berfungsi sebagai media intelejen. Akan ditampilkan semua artikel yang telah tersebar secara online dan dikelompokan berdasarkan anemo emosional.
Output data dari sistem itulah yang akan menjadi bahan strategi Cyber Troops Polres Tanjungpinang dalam menjalankan fungsinya. Melalui media apa, dengan materi counter yang seperti apa dan akan menggunakan teori yang mana. Sehingga kondisi emosional masyarakat dapat dikendalikan melalui dunia online.
Di lain tempat, Ketua Tim programmer sistem tersebut yang berasal dari Jawa Timur M. Khoirul Amin , dan Tim Kreasi Garuda tidak menjelaskan lebih jauh mengenai algoritma sistem yang sedang dia buat untuk Polres Tanjungpinang. Dia hanya megatakan bahwa sistem tersebut adalah kompas untuk Cyber Troops Polres Tanjungpinang dalam aktivitas counter opini dan penguasaan opini media nantinya.

Didalam System tersebut juga dibuat Algorithma AI ( Artificial Intellegence ) atau  yang dikenal dengan Algoritma Kecerdasan Buatan sehingga diharapkan System tersebut benar benar bisa dimanfaatkan sebagai Media Intellegence Dalam mengawasi penyebaran berita berita HOAX , tutur  Tassaufi Ariefzani , salah satu tim programmer tersebut.

Minggu, 12 November 2017

Sejarah Jayabaya, Raja Agung Nusantara Yang Telah Meramalkan Keadaan Saat Ini

Sejarah Jayabaya, Raja Agung Nusantara Yang Telah Meramalkan Keadaan Saat Ini


Jayabhaya adalah raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157 M. Nama gelar lengkapnya adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.

Dalam sejarah, Jayabaya adalah seorang raja yang memerintah Kerajaan Kediri pada kurang lebih tahun 1.130 sampai dengan tahun 1.160 masehi. Dia adalah keturunan langsung dari Prabu Airlangga, penguasa tertinggi Kerajaan Kahuripan yang memerintah antara tahun 1.019 -1.042 M.

Kerajaan kediri ( 1.042 - 1222 M ) sebelumnya merupakan pecahan dari kerajaan Kahuripan. Sebelum meninggalkan tahta dan kemudian menjalani hidup sebagai pertapa, Airlangga membagi kerajaannya untuk dua orang putranya masing-masing Kerajaan Jenggala ( Singosari ) dengan Ibukotanya Kahuripan dan Kerajaan Panjalu ( Kediri ) dengan Ibukotanya Daha. Dalam perjalanan sejarah berikutnya, melalui perang saudara antar pewaris Airlangga, Kerajaan Jenggala akhirnya takluk dan menjadi bagian dari kerajaan Kediri.

Jayabhaya Dalam Tradisi Jawa
Nama besar Jayabhaya tercatat dalam ingatan masyarakat Jawa, sehingga namanya muncul dalam kesusastraan Jawa zaman Mataram Islam atau sesudahnya sebagai Prabu Jayabaya. Contoh naskah yang menyinggung tentang Jayabaya adalah Babad Tanah Jawi dan Serat Aji Pamasa. Dikisahkan Jayabaya adalah titisan Wisnu. Negaranya bernama Widarba yang beribu kota di Mamenang. Ayahnya bernama Gendrayana, putra Yudayana, putra Parikesit, putra Abimanyu, putra Arjuna dari keluarga Pandawa.

Permaisuri Jayabaya bernama Dewi Sara. Lahir darinya Jayaamijaya, Dewi Pramesti, Dewi Pramuni, dan Dewi Sasanti. Jayaamijaya menurunkan raja-raja tanah Jawa, bahkan sampai Majapahit dan Mataram Islam. Sedangkan Pramesti menikah dengan Astradarma raja Yawastina, melahirkan Anglingdarma raja Malawapati. Jayabaya turun takhta pada usia tua. Ia dikisahkan moksha di desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Tempat petilasannya tersebut dikeramatkan oleh penduduk setempat dan masih ramai dikunjungi sampai sekarang.

Prabu Jayabaya adalah tokoh yang identik dengan ramalan masa depan Nusantara. Terdapat beberapa naskah yang berisi “Ramalan Joyoboyo”, antara lain Serat Jayabaya Musarar, Serat Pranitiwakya, dan lain sebagainya. Dikisahkan dalam Serat Jayabaya Musarar, pada suatu hari Jayabaya berguru pada seorang ulama bernama Maolana Ngali Samsujen ( Syeh Maulana Ali Syamsudin ). Dari ulama tersebut, Jayabaya mendapat gambaran tentang keadaan Pulau Jawa sejak zaman diisi oleh Aji Saka sampai datangnya hari Kiamat.

Dari nama guru Jayabaya di atas dapat diketahui kalau naskah serat tersebut ditulis pada zaman berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Tidak diketahui dengan pasti siapa penulis ramalan-ramalan Jayabaya. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat saat itu untuk mematuhi ucapan tokoh besar. Maka, si penulis naskah pun mengatakan kalau ramalannya adalah ucapan langsung Prabu Jayabaya, seorang raja besar dari Kadiri.

Tokoh pujangga besar yang juga ahli ramalan dari Surakarta bernama Ranggawarsita sering disebut sebagai penulis naskah-naskah Ramalan Jayabaya. Akan tetapi, Ranggawarsita biasa menyisipkan namanya dalam naskah-naskah tulisannya, sedangkan naskah-naskah Ramalan Jayabaya pada umumnya bersifat anonim.

Ramalan Jayabhaya 

Ramalan Jayabaya atau sering disebut Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga .Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya Jayabayalah yg membuat ramalan-ramalan tersebut.

"Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, musuh takut dan takluk, tak ada yang berani."

Meskipun demikian, kenyataannya dua pujangga yang hidup sezaman dengan Prabu Jayabaya, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, sama sekali tidak menyebut dalam kitab-kitab mereka: Kakawin Bharatayuddha, Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya, bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis. Kakawin Bharatayuddha hanya menceritakan peperangan antara kaum Korawa dan Pandawa yang disebut peperangan Bharatayuddha. Sedangkan Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya berisi tentang cerita ketika sang prabu Kresna, titisan batara Wisnu ingin menikah dengan Dewi Rukmini, dari negeri Kundina, putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan Dewi Sri.

Isi Ramalan Jayabaya ( Jangka Jayabaya )
Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran - Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
Tanah Jawa kalungan wesi - Pulau Jawa berkalung besi.
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang - Perahu berjalan di angkasa.
Kali ilang kedhunge - Sungai kehilangan mata air.
Pasar ilang kumandhang - Pasar kehilangan suara.
Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak - Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
Bumi saya suwe saya mengkeret - Bumi semakin lama semakin mengerut.
Sekilan bumi dipajeki - Sejengkal tanah dikenai pajak.
Jaran doyan mangan sambel - Kuda suka makan sambal.
Wong wadon nganggo pakeyan lanang - Orang perempuan berpakaian lelaki.
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
Akeh janji ora ditetepi - Banyak janji tidak ditepati.
keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe - Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
Manungsa padha seneng nyalah - Orang-orang saling lempar kesalahan.
Ora ngendahake hukum Hyang Widhi- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
Barang jahat diangkat-angkat - Yang jahat dijunjung-junjung.
Barang suci dibenci - Yang suci (justru) dibenci.
Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit - Banyak orang hanya mementingkan uang.
Lali kamanungsan - Lupa jati kemanusiaan.
Lali kabecikan - Lupa hikmah kebaikan.
Lali sanak lali kadang - Lupa sanak lupa saudara.
Akeh bapa lali anak - Banyak ayah lupa anak.
Akeh anak wani nglawan ibu - Banyak anak berani melawan ibu.
Nantang bapa - Menantang ayah.
Sedulur padha cidra - Saudara dan saudara saling khianat.
Kulawarga padha curiga - Keluarga saling curiga.
Kanca dadi mungsuh - Kawan menjadi lawan.
Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
Ukuman Ratu ora adil - Hukuman Raja tidak adil
Akeh pangkat sing jahat lan ganjil - Banyak pejabat jahat dan ganjil
Akeh kelakuan sing ganjil - Banyak ulah-tabiat ganjil
Wong apik-apik padha kapencil - Orang yang baik justru tersisih.
Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin - Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
Luwih utama ngapusi - Lebih mengutamakan menipu.
Wegah nyambut gawe - Malas untuk bekerja.
Kepingin urip mewah - Inginnya hidup mewah.
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka - Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
Wong bener thenger-thenger - Orang (yang) benar termangu-mangu.
Wong salah bungah - Orang (yang) salah gembira ria.
Wong apik ditampik-tampik - Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
Wong jahat munggah pangkat - Orang (yang) jahat naik pangkat.
Wong agung kasinggung - Orang (yang) mulia dilecehkan
Wong ala kapuja - Orang (yang) jahat dipuji-puji.
Wong wadon ilang kawirangane - perempuan hilang malu.
Wong lanang ilang kaprawirane - Laki-laki hilang jiwa kepemimpinan.
Akeh wong lanang ora duwe bojo - Banyak laki-laki tak mau beristri.
Akeh wong wadon ora setya marang bojone - Banyak perempuan ingkar pada suami.
Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang gonta-ganti pasangan.
Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
Akeh laknat--- Banyak kutukan
Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
Guru disatru---Guru dimusuhi.
Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
Akeh barang haram---Banyak barang haram.
Akeh anak haram---Banyak anak haram.
Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
Sing wedi mati---Yang takut mati.
Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
Agama ditantang---Agama ditantang.
Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
Buruh mangluh---Buruh menangis.
Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

Artikel Sejarah menarik lainya :